logo

Berita Video Dari Bali

Menikmati Rasa Sakit Digigit Saat Berhubungan Intim, Anehkah?

Rabu, 31 Juli 2019 708 Views

Admin


DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
BeritaBali.TV,

 Tanya: “Dok, selama lima tahun menikah hubungan intim dengan suami berjalan biasa saja. Tapi seminggu belakangan ini saat mencumbu saya, suami suka menggigit bibir, payudara, perut, dan paha saya. Jadinya memar-memar. Dia bilang sangat menikmatinya, dan anehnya saya juga malah menikmati rasa sakitnya selama berhubungan seksual. Ini bagaimana, Dok?” (Rika,29,Jakarta)

  • Melihat Proses Pembuatan Garam Murni Yang Berkualitas Di Pantai Kusamba Bali
  • Tips Ternak Lele Hasilkan Puluhan Juta Rupiah Per Bulan
  • Hari Kartini DPRD Tabanan
  • Warung Nasi Jinggo Bu Parmati
  • Jawab: Mengalami rasa sakit atau nyeri saat berhubungan seksual juga pernah saja dialami oleh hampir semua orang dan digigit pastinya akan menimbulkan rasa nyeri, atau paling tidak akan membuat rasa tidak nyaman. Logikanya rasa sakit atau rasa tidak menyenangkan tentu saja akan mengganggu hubungan seksual.  

    Tetapi, pada kenyataannya cukup banyak juga orang yang menikmati saat memberikan rasa sakit terhadap pasangannya, melihat pasangannya merintih malah membangkitkan kepuasan baginya, dan di lain pihak justru pasangannya di saat nyeri muncul malah merasakan kenikmatan yang berbeda dari biasanya, atau dianggap sebagai sebuah pengalaman seksual baru yang berbeda, dan bisa dinikmati.

    Tentu saja akhirnya ini akan berbatas tipis dengan pelaku Sadomasokisme (Sadism and Masochism). Di mana yang satu sangat bergairah secara seksual dengan menyakiti, satunya lagi malah senang dengan disakiti. Pada Sadomasokisme, kenikmatan seksual didapatkan dari interaksi di satu pihak mengambil porsi dominan, dengan merasa menguasai pasangan dengan melakukan kekerasan atau tindakan menyakiti, sedangkan pihak yang lain mengambil porsi submisif, di pihak yang dikuasai, yang menyerahkan diri untuk disakiti dengan menikmati nyeri tanpa ada hubungan seksual yang penetratif.

    Jadi, tanpa hubungan seksual yang sesungguhnya, itu yang disebut Sadomasokisme. Sedangkan aktivitas menggigit dan rasa sakit yang muncul yang dimaksud oleh penanya kali ini adalah terjadi dan dilakukan sambil melakukan hubungan seksual penetratif  penis- vagina, di sini bedanya. Hubungan antara ingin menyakiti, rasa sakit dan kesenangan dalam seksualitas manusia adalah sangat kompleks. 

    Tidak bisa dipungkiri banyak pasangan saat melakukan hubungan seks bisa dikejutan oleh kenikmatan mendalam yang menyatu dengan rasa sakit.  Rasa sakit yang kerap muncul malah bisa ditunggu-tunggu kehadirannya untuk dinikmati. Cinta, seks, rasa sakit dan aktivitas kekerasan fisik maupun psikis dapat merangsang pelepasan bahan kimia dan hormon yang sama dalam otak dan tubuh manusia. 

    Endorfin yang menjadi biang rasa senang dan nikmat yang dirasakan tubuh, sesungguhnya dapat dilepaskan dalam pengalaman yang menyakitkan sekaligus rasa menyenangkan. Stres dan sakit juga dapat merangsang produksi serotonin serta melatonin di otak yang mengubah pengalaman menyakitkan menjadi rasa menyenangkan. Pelepasan epinefrin secara mendadak juga dapat menyebabkan kemunculan tiba-tiba rasa menyenangkan saat bersamaan merasakan sensasi nyeri.

    Di saat seseorang sedang menuju orgasmenya, di saat tersebut akan mengalami peningkatan toleransi terhadap rasa nyeri. Artinya, akan  cenderung tidak mudah merasakan sakit. Setiap orang sejalan dengan pengalaman seksualnya akan memiliki kemampuan untuk mengontrol ereksi, orgasme dan ejakulasinya selama dia sanggup menyingkirkan pengaruh stres psikis dan dalam keadaan sehat fisik. 

    Itu artinya, dia juga akan mampu menarik ulur kontrol rasa nyeri ini, apakah akan diterima sebagai rasa nyeri yang menyakitkan dan akan menjadi pengalaman buruknya dalam hubungan seksual, atau malah sebaliknya menikmati rasa nyeri itu sebagai sensasi yang menyenangkan.  Sesungguhnya ini bisa menjadi pilihan dan bisa dikondisikan atau dilatih.

    Jadi, dalam kasus seperti di atas sesungguhnya, salah satu inti dari menikmati seks adalah dengan mengeksplorasi ekspresi dan variasi seksual. Jangan takut untuk bereksplorasi dan mengontrol diri untuk menikmati rasa nyeri sekalipun, asal tidak melibatkan bahan-bahan dan alat-alat yang berbahaya. Tetapi ingat, bila rasa nyeri itu memunculkan rasa tidak nyaman dan malah menyakitkan, beri tahu pasangan untuk menghentikannya segera.

    TAGS:





    Video Terkait

    Video Lainnya

    Travel

    Travel

    Liburan Seru di Pantai Tegal Wangi

    1 tahun lalu 410

    Travel

    Wisata Air Panas Banjar

    1 tahun lalu 406

    Travel

    Berbagai Fasilitas Yang Disediakan Di Perpustakaan Badung

    1 tahun lalu 180

    Travel

    Patung Dewa Danu Tertinggi Dan Terbesar Di Indonesia

    1 tahun lalu 146

    Video Lainnya

    Kuliner

    Kuliner

    Gerai Es Cincau Cendol Biji Selasih

    1 tahun lalu 311

    Kuliner

    Berjualan Bakso Bakar Di PKB Mendapatkan Keuntungan Jutaan..

    1 tahun lalu 631

    Kuliner

    Tipat Kuah Rempah Bali Cegah Virus Corona

    2 bulan lalu 1483

    Kuliner

    Warung Nasi Campur Buk Yuda

    1 tahun lalu 361

    Video Lainnya

    Semeton

    Semeton

    Raja Klungkung: Orang-Orang PSI Belum Terkena Polusi..

    1 tahun lalu 88

    Semeton

    Ucapan Selamat Ulang Tahun Kepada Beritabali.com Yang Ke-14 ..

    1 tahun lalu 159

    Semeton

    PEMKAB Ponorogo Belajar Pengolahan Sampah Ke Desa Tangkas

    1 tahun lalu 120

    Semeton

    Toko Bunga Meilani

    1 tahun lalu 84

    Video Lainnya

    Bisnis

    Bisnis

    Melihat Proses Pembuatan Garam Murni Yang Berkualitas Di..

    1 tahun lalu 524

    Bisnis

    Tips Ternak Lele Hasilkan Puluhan Juta Rupiah Per Bulan

    1 bulan lalu 2537

    Bisnis

    Hari Kartini DPRD Tabanan

    1 tahun lalu 327

    Bisnis

    Warung Nasi Jinggo Bu Parmati

    1 tahun lalu 436

    Video Lainnya

    23:06

    WITA