logo

Berita Video Dari Bali

  • FOLLOW

Babi Mati Tembus 888 Ekor, Distan Bali: Kami Belum Tahu Sebab Pastinya

Minggu, 26 April 2020 97 Views

Admin


DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
BeritaBali.TV, Badung

Ratusan babi di beberapa wilayah kabupaten di Bali mati mendadak akibat penyakit menular. Hingga kini pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali belum mengetahui penyebab pasti matinya ratusan ekor babi di Bali ini, karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium Balai Besar Veteriner (bbvet) Medan.

  • Proses Penetasan Itik Yang Dilakukan Secara Tradisional
  • Kerajinan Khas Daerah Bali PKB XLI 2019
  • Usaha Jaya Aquarium
  • Petani Garam Tradisional Di Daerah Kusamba
  • Upaya penyemprotan kandang babi dengan desinfektan dilakukan pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali, pasca matinya ratusan ekor babi di sejumlah wilayah di Bali. Hingga tanggal 31 Januari 2020, jumlah babi yang mati sudah mencapai 888 ekor babi. Babi yang mati langsung dikubur pemiliknya untuk menghindari penularan ke babi lainnya.

    Kematian babi tertinggi terjadi di kabupaten Badung yakni berjumlah 598 ekor dan kabupaten Tabanan berjumlah 219 ekor. Di kota Denpasar jumlahnya 45 ekor dan kabupaten Gianyar jumlahnya 24 ekor. Di kabupaten Bangli dan kabupaten Karangasem masing-masing satu ekor. Dan yang masih nihil kematian babi yakni Jembrana, Buleleng dan Klungkung.

    "Hingga kini kita belum mengetahui secara pasti penyebab matinya ratusan ekor babi di Bali. Namun penyakit ini dipastikan disebarkan oleh virus karena banyak babi mati dalam waktu singkat," jelas I Ketut Gede Nata Kesuma, Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali, saat memberi keterangan kepada wartawan, di Denpasar, Jumat (31/1/2020).

    Meski jumlah babi yang mati sudah mencapai 888 ekor dan kemungkinan akan bertambah, namun kondisi ini dipastikan tidak mengganggu stok daging babi jelang hari raya Galungan di bulan Februari, karena jumlah ternak babi di Bali mencapai 800 ribu ekor lebih.

    Terkait matinya ratusan ekor babi dalam tempo singkat, pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali sudah menempatkan puluhan personel di 26 lokasi di Bali untuk memantau kematian babi ini. Jika kematian babi belum bisa diatasi, kasus kematian babi dikhawatirkan akan semakin meluas ke seluruh wilayah Bali.

    "Penyakit yang membunuh ratusan babi ini belum ada vaksinnya. Upaya yang bisa dilakukan saat ini hanya dengan melakukan bio security secara ketat di peternakan babi dan menghindari pemberian pakan dari sumber-sumber yang sudah terkontaminasi," jelas Nata Kesuma.

    TAGS: Babi Penyakit Babi Kematian Babi


    TERKINI




    Video Terkait

    Video Lainnya

    Travel

    Travel

    Berwisata Ke Pantai Pasir Hitam Pengeragoan

    11 bulan lalu 133

    Travel

    Yuk Wisata Spiritual Ke Pancoran Sudamala!

    11 bulan lalu 178

    Travel

    Sejarah Pura Kereban Langit Desa Sading

    11 bulan lalu 117

    Travel

    Asal Usul Dinamai Pura Rambut Siwi

    11 bulan lalu 124

    Video Lainnya

    Kuliner

    Kuliner

    Mie Ayam Dan Bakso Barokah

    11 bulan lalu 129

    Kuliner

    Berjualan Bakso Bakar Di PKB Mendapatkan Keuntungan Jutaan..

    11 bulan lalu 441

    Kuliner

    Nasi Kuning Murah Dan Enak Padang Luwih

    11 bulan lalu 422

    Kuliner

    Warung Nasi Be Genyol Buk Agus

    11 bulan lalu 139

    Video Lainnya

    Semeton

    Semeton

    Petani Bawang Merah Desa Mengwi

    11 bulan lalu 66

    Semeton

    Kisah Pemulung Penyumbang 10 Juta Untuk Qurban

    11 bulan lalu 233

    Semeton

    Kegiatan Pameran SMANGI Festival 2019

    11 bulan lalu 71

    Semeton

    Bikin Ngeri, Inilah Ilmu Kanuragan Bali

    11 bulan lalu 162

    Video Lainnya

    Bisnis

    Bisnis

    Proses Penetasan Itik Yang Dilakukan Secara Tradisional

    11 bulan lalu 173

    Bisnis

    Kerajinan Khas Daerah Bali PKB XLI 2019

    11 bulan lalu 272

    Bisnis

    Usaha Jaya Aquarium

    11 bulan lalu 198

    Bisnis

    Petani Garam Tradisional Di Daerah Kusamba

    11 bulan lalu 244

    Video Lainnya

    02:38

    WITA