logo

Berita Video Dari Bali

  • FOLLOW

Siksa Anak Hingga Patah Tulang, Ibu ini Dituntut 2 Tahun Penjara

Rabu, 31 Juli 2019 19 Views

Admin


DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
BeritaBali.TV,

Fani Fatimah (28) yang tega menganiaya anak kandungnya sendiri, oleh Jaksa Made Ayu Citra Maya Sari,SH hanya dituntut selama 2 tahun penjara. Fatimah mengaku tuntutan jaksa terlalu tinggi.

  • Ganesh Ukir Pak Nyoman Sujana
  • Usaha Jaya Aquarium
  • Layang - layang Tradisional Bali
  • Potensi Panen 1.500 Ha, Pemkab Jembrana Motivasi Petani Tanam Jagung
  • Di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin Sri Wahyuni Ariningsih,SH.MH, terdakwa hanya terlihat menangis mendengar Jaksa menuntutnya penjara 2 tahun.

    "Saya menyesal pak hakim. Saya mohon pak hakim bisa memberikan keringanan hukuman," ucap terdakwa langsung mengajukan pembelaan pada sidang di PN Denpasar, Rabu (10/4/2019).

    Jaksa dari Kejari Denpasar ini menyatakan terdakwa bersalah dan hanya menjeratnya dengan Pasal 76 C Pasal 80 ayat (2), dan (4) UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Hakim akan mengagendakan sidang putusan pada 24 April usai pemilu.

    Sebagaimana diketahui, kasus ini sempat jadi perhatian para pengunjung sidang, hingga banyak yang menangis. Terlebih saat anak kandungnya yang saat ini berumur 6 tahun dihadirkan dalam persidangan untuk didengarkan kesaksiannya.

    Dalam pengakuannya, tidak hanya dicubiti, bahkan bocah ini juga dapat penyiksaan dipukuli hingga berwajah lebam. Sadisnya lagi, ia juga mengalami patah tulang lengan dan sempat dilempar pisau dapur hingga mengenai kakinya.

    Jaksa Maya juga menjelaskan kepada hakim bahwa korban sempat dirawat di rumah sakit akibat penganiayaan yang dilakukan ibunya (terdakwa) selama satu minggu akibat luka cukup berat pada bagian kepala.

    Penyiksaan yang dilakukan ibunya disaat korban masih nerumur 5 tahun. Dimana saat itu terdakwa mengandung bayi 4 bulan dari suami kedua ( ayah tiri korban).

    Penganiayaan yang dilakukan terdakwa kepada korban hingga terpaksa dilaporkan pihak keluarga, dilakukan pada 29 Juni 2018, Pukul 22.00 WITA di dalam kamar tidur rumahnya, karena kesal dengan korban yang menagis berebut telepon genggam dengan kerabatnya Hasnah.

    Karena terdakwa stres dan marah itulah, lantas menempeleng pipi kiri anaknya dan mengambil sapu lidi memukul punggung serta kepala korban berkali-kali hingga tubuh korban mengalami bengkak dan kepala korban bersimbah darah.

    TAGS:


    TERKINI




    Video Terkait

    Video Lainnya

    Travel

    Travel

    Sejarah Pura Kereban Langit Desa Sading

    10 bulan lalu 104

    Travel

    Terbang di Langit Bali dengan Paragliding

    10 bulan lalu 102

    Travel

    Joged Sente Dan Arja Kabupaten Badung Setia Menghiasi PKB

    10 bulan lalu 85

    Travel

    Pesona Alam Desa Sambangan Buleleng

    10 bulan lalu 84

    Video Lainnya

    Kuliner

    Kuliner

    Warung Nasi Campur Buk Yuda

    10 bulan lalu 171

    Kuliner

    Breadtalk Kembali Membuka Outlet Ke-3 di Denpasar Bali

    10 bulan lalu 145

    Kuliner

    Proses Pembuatan Lawar Khas Bali

    10 bulan lalu 189

    Kuliner

    Kuliner Nasi Sambal Bejek Tabanan

    10 bulan lalu 169

    Video Lainnya

    Semeton

    Semeton

    PEMKAB Ponorogo Belajar Pengolahan Sampah Ke Desa Tangkas

    10 bulan lalu 79

    Semeton

    Tonton Keseruan Tradisi Balap Kerbau di Sawah Berlumpur!

    10 bulan lalu 107

    Semeton

    Pasca Penembakan Brutal di New Zealand, Polda Bali..

    10 bulan lalu 50

    Semeton

    Pameran Mobil Klasik Rayakan Kebangkitan Nasional

    10 bulan lalu 65

    Video Lainnya

    Bisnis

    Bisnis

    Ganesh Ukir Pak Nyoman Sujana

    10 bulan lalu 169

    Bisnis

    Usaha Jaya Aquarium

    10 bulan lalu 159

    Bisnis

    Layang - layang Tradisional Bali

    10 bulan lalu 221

    Bisnis

    Potensi Panen 1.500 Ha, Pemkab Jembrana Motivasi Petani..

    10 bulan lalu 233

    Video Lainnya

    21:05

    WITA