logo

Berita Video Dari Bali

Siksa Anak Hingga Patah Tulang, Ibu ini Dituntut 2 Tahun Penjara

Rabu, 31 Juli 2019 238 Views

Admin


DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
BeritaBali.TV,

Fani Fatimah (28) yang tega menganiaya anak kandungnya sendiri, oleh Jaksa Made Ayu Citra Maya Sari,SH hanya dituntut selama 2 tahun penjara. Fatimah mengaku tuntutan jaksa terlalu tinggi.

  • Bejo Vermak Jeans Dan Reparasi
  • Industri kerajinan Makmur Jaya Rotan
  • Hari Kartini DPRD Tabanan
  • Pasar Burung Satria Desa Dangin Puri Kaja
  • Di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin Sri Wahyuni Ariningsih,SH.MH, terdakwa hanya terlihat menangis mendengar Jaksa menuntutnya penjara 2 tahun.

    "Saya menyesal pak hakim. Saya mohon pak hakim bisa memberikan keringanan hukuman," ucap terdakwa langsung mengajukan pembelaan pada sidang di PN Denpasar, Rabu (10/4/2019).

    Jaksa dari Kejari Denpasar ini menyatakan terdakwa bersalah dan hanya menjeratnya dengan Pasal 76 C Pasal 80 ayat (2), dan (4) UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Hakim akan mengagendakan sidang putusan pada 24 April usai pemilu.

    Sebagaimana diketahui, kasus ini sempat jadi perhatian para pengunjung sidang, hingga banyak yang menangis. Terlebih saat anak kandungnya yang saat ini berumur 6 tahun dihadirkan dalam persidangan untuk didengarkan kesaksiannya.

    Dalam pengakuannya, tidak hanya dicubiti, bahkan bocah ini juga dapat penyiksaan dipukuli hingga berwajah lebam. Sadisnya lagi, ia juga mengalami patah tulang lengan dan sempat dilempar pisau dapur hingga mengenai kakinya.

    Jaksa Maya juga menjelaskan kepada hakim bahwa korban sempat dirawat di rumah sakit akibat penganiayaan yang dilakukan ibunya (terdakwa) selama satu minggu akibat luka cukup berat pada bagian kepala.

    Penyiksaan yang dilakukan ibunya disaat korban masih nerumur 5 tahun. Dimana saat itu terdakwa mengandung bayi 4 bulan dari suami kedua ( ayah tiri korban).

    Penganiayaan yang dilakukan terdakwa kepada korban hingga terpaksa dilaporkan pihak keluarga, dilakukan pada 29 Juni 2018, Pukul 22.00 WITA di dalam kamar tidur rumahnya, karena kesal dengan korban yang menagis berebut telepon genggam dengan kerabatnya Hasnah.

    Karena terdakwa stres dan marah itulah, lantas menempeleng pipi kiri anaknya dan mengambil sapu lidi memukul punggung serta kepala korban berkali-kali hingga tubuh korban mengalami bengkak dan kepala korban bersimbah darah.

    TAGS:





    Video Terkait

    Video Lainnya

    Travel

    Travel

    Pertama Dalam Sejarah, Dua Kapal Pesiar Sandar di Dermaga..

    1 tahun lalu 506

    Travel

    Makam Jaya Perana dan Layon Sari

    1 tahun lalu 749

    Travel

    Joged Sente Dan Arja Kabupaten Badung Setia Menghiasi PKB

    1 tahun lalu 282

    Travel

    Transportasi Publik Bali Sambut "New Normal"

    10 bulan lalu 1945

    Video Lainnya

    Kuliner

    Kuliner

    Gerai Es Cincau Cendol Biji Selasih

    1 tahun lalu 1622

    Kuliner

    Kuliner Khas Bali PKB XLI 2019

    1 tahun lalu 841

    Kuliner

    Warung Nasi Be Genyol Buk Agus

    1 tahun lalu 789

    Kuliner

    Mie Ayam Dan Bakso Barokah

    1 tahun lalu 459

    Video Lainnya

    Semeton

    Semeton

    Toko Bunga Meilani

    1 tahun lalu 327

    Semeton

    Kolaborasi Antara Musik Tradisioanal Jepang Dengan Musik..

    1 tahun lalu 520

    Semeton

    Kegiatan Pameran SMANGI Festival 2019

    1 tahun lalu 527

    Semeton

    Tonton Keseruan Tradisi Balap Kerbau di Sawah Berlumpur!

    1 tahun lalu 410

    Video Lainnya

    Bisnis

    Bisnis

    Bejo Vermak Jeans Dan Reparasi

    1 tahun lalu 1028

    Bisnis

    Industri kerajinan Makmur Jaya Rotan

    1 tahun lalu 1178

    Bisnis

    Hari Kartini DPRD Tabanan

    1 tahun lalu 1098

    Bisnis

    Pasar Burung Satria Desa Dangin Puri Kaja

    1 tahun lalu 1078

    Video Lainnya

    20:01

    WITA