logo

Berita Video Dari Bali

Tajen Ajeg di Bali Karena Relasi Elit Politik Dan Bebotoh Tajen

Rabu, 31 Juli 2019 313 Views

Admin


DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
BeritaBali.TV,

Tajen menjadi ajeg di Bali karena adanya relasi antara elit politik dan bebotoh tajen yang tergabung dalam jaringan sekaa tajen.

  • Tips Ternak Lele Hasilkan Puluhan Juta Rupiah Per Bulan
  • Ganesh Ukir Pak Nyoman Sujana
  • Kerajinan Khas Daerah Bali PKB XLI 2019
  • Pengrajin Klangsah Di Desa Abiansemal
  • Dimana para elit politik menjadikan tajen sebuah modal sosial untuk dapat memobilisasi massa dalam rangka Pemilu Legislatif. 

    Elit Politik yang mencalonkan diri memanfaatkan kekuasaan dan juga status sosio-ekonomi yang dimilikinya untuk membangun sebuah ikatan dengan bebotoh dan sekaa tajen di daerahnya.

    Hal ini terungkap dalam sebuah artikel berjudul “Mobilisasi Massa Melalui Tajen Dalam Pemilihan Umum Legislatif Tahun 2014 Di Kabupaten Tabanan” yang dipublikasikan dalam E-Jurnal Politika, Volume 1 nomor 1 tahun 2017. Artikel tersebut ditulis oleh I Kadek Eggy Segel, Muh. Ali Azhar, dan Piers Andreas Noak dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana.

    I Kadek Eggy Segel dan kawan-kawan menuliskan mobilisasi yang dilakukan oleh sekaa tajen dilakukan dengan mensosialisasikan Caleg kepada keluarga, kerabat, dan juga masyarakat di desa-desa tempat tajen berlangsung.

    Masyarakat yang desanya dijadikan sebagai kalangan tajen atau arena tajen sudah pasti akan memilih Caleg yang memiliki ikatan dengan sekaa tajen, karena berkat Caleg tersebut tajen dapat terus dilaksanakan dan memberikan keuntungan dibidang ekonomi dalam hal menambah pendapat masyarakat sekitar.

    I Kadek Eggy Segel dan kawan-kawan memberikan analisis bahwa jaringan antara Sekaa tajen dan Caleg terbentuk melalui ikatan yang kuat diantara kedua belah pihak yang memiliki kesepakatan dan tujuan yang sama, yakni melanggengkan kekuasaan keduanya. Ikatan yang membentuk jaringan antara Caleg dan bebotoh didasari atas rasa kepercayaan satu sama.

    Jaringan dan kepercayaan tidak akan lengkap menjadi sebuah modal sosial tanpa norma atau aturan yang mengatur interaksi antar aktor didalamnya.

    Norma dalam jaringan antara Caleg dan Sekaa tajen terbentuk secara tidak tertulis, meskipun norma tersebut tidak ditetapkan secara tertulis, interaksi sosial antar kedua aktor tersebut memiliki ikatan yang kuat atas dasar moral dan martabat dimasyarakat.

    TAGS:





    Video Terkait

    Video Lainnya

    Travel

    Travel

    Wisata Pantai Yeh Leh Yang Cantik Dan Mempesona

    1 tahun lalu 399

    Travel

    Mengunjungi Art Center Yang Menjual Barang-Barang Khas Dari ..

    1 tahun lalu 328

    Travel

    Berwisata Ke Pantai Pasir Hitam Pengeragoan

    1 tahun lalu 385

    Travel

    Wisata Mewah Ke Nusa Penida Pakai Kapal Pesiar

    1 tahun lalu 782

    Video Lainnya

    Kuliner

    Kuliner

    Nasi Kuning Mas Udin

    1 tahun lalu 1366

    Kuliner

    Gerai Es Cincau Cendol Biji Selasih

    1 tahun lalu 1785

    Kuliner

    Warung Nasi Campur Buk Yuda

    1 tahun lalu 1021

    Kuliner

    Berjualan Bakso Bakar Di PKB Mendapatkan Keuntungan Jutaan..

    1 tahun lalu 1369

    Video Lainnya

    Semeton

    Semeton

    Haji Bambang: Anggota DPD Selayaknya Krama yang Paham Adat, ..

    1 tahun lalu 450

    Semeton

    Kolaborasi Antara Musik Tradisioanal Jepang Dengan Musik..

    1 tahun lalu 550

    Semeton

    Kisah Pemulung Penyumbang 10 Juta Untuk Qurban

    1 tahun lalu 981

    Semeton

    Bikin Ngeri, Inilah Ilmu Kanuragan Bali

    1 tahun lalu 1226

    Video Lainnya

    Bisnis

    Bisnis

    Tips Ternak Lele Hasilkan Puluhan Juta Rupiah Per Bulan

    10 bulan lalu 3628

    Bisnis

    Ganesh Ukir Pak Nyoman Sujana

    1 tahun lalu 1211

    Bisnis

    Kerajinan Khas Daerah Bali PKB XLI 2019

    1 tahun lalu 1230

    Bisnis

    Pengrajin Klangsah Di Desa Abiansemal

    1 tahun lalu 2120

    Video Lainnya

    11:48

    WITA